![]() |
| rabi israel terkutuk jadi tentara israel |
Segala kutukan adalah untuk bangsa israel. israel dengan bangsa Yahudi nya adalah bangsa paling munafik di seluruh jagad raya ini, dan hal ini sudah tersirat dalam alkitab
Segala nabi Israel bebal seperti anjing hutan.
"Beginilah firman Tuhan
ALAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya
sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan."
"Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel!" Yeh 13:3-4
Nabi-nabi berbuat dusta.
"Sebab itu, sesungguhnya,
Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang
mencuri firman-Ku masing-masing dari temannya. Yer 23:31 Sesungguhnya,
Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai
lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi."
"Sesungguhnya, Aku akan
menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah
firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan
dustanya dan dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan
tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna
untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN." Yer 23:32
Alasan awal mereka mengemis di tanah suci Palestina adalah karena mereka mengaku dibantai oleh Nazi, sekarang mereka pun melakukan hal yang sama pada penduduk palestina.
Mereka menghujat Nazi tetapi sekarang mereka menirunya termasuk membuat tembok raksasa di wilayah Palestina. Inilah sebagian foto tembok2 tersebut :
Dengan tembok tembok seperti itu dengan tinggi lebih kurang 8 - 19 meter, otomatis warga palestina seperti dipenjara ditanah airnya sendiri . Bahkan yang terbaru Israel saat ini melarang bantuan masuk ke Gaza. Lihat saja peristiwa Kapal Mavi Marmara tanggal 31 Mei 2010.
Laporan PBB : Tembok Pemisah Israel (bangsa biadab) Penyebab Masalah Kemanusiaan Warga Palestina
Proyek terkutuk itu dimulai pada 16 Juni 2002. Panjang tembok seluruhnya mencapai 750 kilometer dengan tinggi delapan meter bahkan ada yang mencapai 19 meter. Tembok itu dilengkapi dengan parit perlindungan, kawat berduri, kawat beraliran listrik, menara pengawas, sensor elektronik, kamera video, pesawat pengintai tanpa awak, menara penembak jitu (sniper), dan jalanan untuk patroli kendaraan.
John Dugard, staf ahli hak asasi manusia PBB untuk wilayah Palestina dalam laporannya ke Human Rights Commission PBB mengungkapkan, pembangunan tembok pemisah oleh Israel di Yerusalem Timur telah menimbulkan persoalan kemanusiaan yang besar bagi warga Palestina.
“Karakter Yerusalem Timur kini sedang mengalami perubahan besar sebagai akibar dari pembangunan tembok pemisah yang melalui wilayah-wilayah Palestina,” kata Dugard.
“Tujuan yang jelas terlihat dari pembangunan tembok di wilayah Yerusalem adalah untuk mengurangi jumlah warga Palestina di kota itu dengan memindahkan mereka ke Tepi Barat. Ini menimbulkan persoalan kemanusiaan yang besar, seperti: keluarga-keluarga yang tercerai berai dan akses warga Palestina ke sekolah, rumah sakit dan tempat kerja ditolak,” papar Dugard.
Dan di bawah ini adalah peta wilayah Palestina yang semakin sempit dari tahun ke tahun. Ini tidak lain karena agresi israel, bangsa keparat itu.Dugard mengingatkan bahwa pembangunan tembok pemisah oleh Israel di wilayah Palestina tetap berlanjut meskipun pada tahun 2004 International Court of Justice sudah memerintahkan agar tembok itu dihancurkan. Israel berargumen pembangunan tembok pemisah itu sebagai langkah pengamanan bagi wilayahnya.
Dengan tembok tembok seperti itu dengan tinggi lebih kurang 8 - 19 meter, otomatis warga palestina seperti dipenjara ditanah airnya sendiri . Bahkan yang terbaru Israel saat ini melarang bantuan masuk ke Gaza. Lihat saja peristiwa Kapal Mavi Marmara tanggal 31 Mei 2010.
Laporan PBB : Tembok Pemisah Israel (bangsa biadab) Penyebab Masalah Kemanusiaan Warga Palestina
Proyek terkutuk itu dimulai pada 16 Juni 2002. Panjang tembok seluruhnya mencapai 750 kilometer dengan tinggi delapan meter bahkan ada yang mencapai 19 meter. Tembok itu dilengkapi dengan parit perlindungan, kawat berduri, kawat beraliran listrik, menara pengawas, sensor elektronik, kamera video, pesawat pengintai tanpa awak, menara penembak jitu (sniper), dan jalanan untuk patroli kendaraan.
![]() |
John Dugard, staf ahli hak asasi manusia PBB untuk wilayah Palestina dalam laporannya ke Human Rights Commission PBB mengungkapkan, pembangunan tembok pemisah oleh Israel di Yerusalem Timur telah menimbulkan persoalan kemanusiaan yang besar bagi warga Palestina.
“Karakter Yerusalem Timur kini sedang mengalami perubahan besar sebagai akibar dari pembangunan tembok pemisah yang melalui wilayah-wilayah Palestina,” kata Dugard.
“Tujuan yang jelas terlihat dari pembangunan tembok di wilayah Yerusalem adalah untuk mengurangi jumlah warga Palestina di kota itu dengan memindahkan mereka ke Tepi Barat. Ini menimbulkan persoalan kemanusiaan yang besar, seperti: keluarga-keluarga yang tercerai berai dan akses warga Palestina ke sekolah, rumah sakit dan tempat kerja ditolak,” papar Dugard.
Dan di bawah ini adalah peta wilayah Palestina yang semakin sempit dari tahun ke tahun. Ini tidak lain karena agresi israel, bangsa keparat itu.Dugard mengingatkan bahwa pembangunan tembok pemisah oleh Israel di wilayah Palestina tetap berlanjut meskipun pada tahun 2004 International Court of Justice sudah memerintahkan agar tembok itu dihancurkan. Israel berargumen pembangunan tembok pemisah itu sebagai langkah pengamanan bagi wilayahnya.
Laporan itu, oleh utusan khusus Israel di PBB dikecam sebagai dokumen yang ujung-ujungnya bernuansakan politis. Sementara, kantor urusan kerjasama kemanusian PBB -OCHA mendukung laporan staf ahli hak asasi manusia di Palestina, dan menyebutkan bahwa militer Israel terus meningkatkan pemasangan penghalang dan pembatas jalan di Tepi Barat. Jumlahnya naik 25 persen dibandingkan pada tahun lalu.
Menurut data OCHA, ada bulan Agustus terdapat 376 pembatas dan penghalang jalan, dan pada Januari jumlahnya meningkat menjadi 471. Selain itu, Israel juga memperketat pembatasan berpergian terhadap warga Palestina yang menyebabkan warga Palestina kesulitan hanya untuk pergi ke pasar atau ke rumah sakit.
Masya ALLAH, apa jadinya bila kita yang menjadi warga Palestina??? Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu saudara kita di Palestina atas “kebinatangan” israel itu??? Kita hanya bisa berdo’a semoga israel di “kiamatkan” lebih dulu oleh ALLAH SWT. (Mari kita berdo’a untuk kehancuran israel itu). Hanya ada satu cara untuk menghancurkan israel, yaitu Persatuan Umat Islam seluruh dunia, tentu setelah Pemerintahan Daulah Islamiyah (Khilafah) berdiri.
Muslim Gaza Tetap Semangat Ibadah Ramadan
Empat hari menjelang bulan Ramadan 1434 H, Mesir digegerkan dengan aksi kudeta yang dilakukan militer bersama pihak-pihak sekuler terhadap pemerintahan Mohammed Morsi.
Peristiwa kudeta ini berlanjut dengan penutupan pintu Rafah oleh militer yang terbukti bahwa Al Sisi pemimpin kudeta adalah syiah dan syiah sejatinya emang pendukung zionis israel. Tak hanya itu, puluhan terowongan yang menghubungkan Gaza dan Mesir juga dihancurkan hingga kini Gaza tak memperoleh akses bahan makanan. Kini, Jalur Gaza bak penjara terbesar di dunia.
“Lebih dari 1,7 juta jiwa jumlah penduduk Gaza, hampir 99% nya mendapatkan makan dan minum serta kehidupan dengan mengandalkan terowongan tersebut,” ujar seorang WNI yang sedang bertugas menjadi relawan untuk Palestina, Abdillah Onim dalam keterangan tertulisnya kepada detikRamadan, Senin (29/7/2013).
Tak hanya itu, sebelah barat wilayah Gaza yang memiliki luas 360 kilometer persegi ini diapit oleh lautan bebas yang telah dijaga ketat kapal perang militer Israel. Sedangkan di bagian timur Gaza, dibatasi oleh bentangan kawat berduri yang dialiri listrik tegangan tinggi.
Dari situ dapat terlihat pos penembak jitu tentara Israel yang tersebar sepanjang wilayah timur Gaza. Para sniper Israel siap menarik pelatuk senjatanya kapanpun jika memergoki petani Gaza yang beraktivitas. Sedangkan bagian utara Gaza juga dibatasi oleh tembok kokoh setinggi 19 meter yang di atasnya terdapat pos penembak jitu militer Israel.
“Ada teman saya mahasiswa di Kairo yang berniat pergi ke Arafah untuk menjemput seorang relawan Mer-C. Akan tetapi teman saya tersebut baru sampai jembatan Suez dan pihak militer Mesir menyuruh teman saya untuk balik arah kembali ke Kairo,” tutur Onim.
Alhamdulillah, begitu memasuki bulan Ramadan yang bertepatan dengan dihancurkannya terowongan-terowongan Gaza-Mesir, Gaza sedang mengalami musim sayur dan buah-buahan. Bahan makanan yang tak banyak ini yang menjadi tumpuan hidup warga Gaza selama beberapa hari.
Meski dikepung dari segala penjuru, rakyat Gaza tetap menjalankan ibadah bulan Ramadan dengan khusyuk. Mereka menghabiskan waktunya dengan membaca Alquran di masjid dan aktivitas dakwah lainnya. Masjid-masjid pun penuh saat salat taraweh.
Sejak penutupan Rafah dan penghancuran terowongan, bahan makanan yang dijual di pasar-pasar mulai langka. Rak-rak di toko sudah mulai kosong, harganya pun melambung. “Biaya hidup di Gaza sudah mulai terasa sangat tinggi, akan tetapi Alhamdulillah hingga saat ini Allah SWT masih memberikan kemudahan untuk makan dan paling utama adalah nikmat iman dan kesehatan yang masih melekat di dalam diri dan hati ini,” lanjutnya.
Abdillah mengatakan bahwa meski kondisinya semakin sulit, perjuangan untuk mempertahankan tanah Palestina serta perjuangan merebut hak-hak warga Palestina harus tetap di mata dan di hati. “Wahai umat Islam di Indonesia, pembebasan Masjid Al Aqsa bukan hanya kewajiban bagi bangsa Arab tetapi juga kewajiban bagi umat Islam di Indonesia,” ujar relawan yang telah menikah dengan muslimah Palestina dan telah memiliki satu anak ini.
Gaza ibarat penjara, bahkan penjara terbesar di dunia. Di bagian Barat, adalah lautan bebas yang dijaga ketat oleh puluhan kapal perang militer Israel. Sementara bagian di timur Gaza terbentang panjangnya kawat berduri yang bermuatan listrik tegangan tinggi yang dilengkapi pos penembak jitu tentara Israel yang tersebar sepanjang timur Gaza. Sniper-sniper tentara Zionis Israel siap menekan pelatuk senjata bagi petani Gaza yang beraktifitas di lahan milik mereka.
Di bagian utara Gaza terbentang tembok yang sangat kokoh dengan tinggi 19 meter. Di atasnya tersedia pos penembak jitu tentara Israel. Jadi, satu-satunya perbatasan atau akses bagi warga Gaza yaitu di daerah selatan Gaza yang berbatasan langsung dengan wilayah Mesir.
Tapi yang membingungkan bagi penulis, yang menjadi relawan Indonesia dan menetap di Gaza sejak 4 tahun silam, sekarang pintu perlintasan Rafah pun ditutup dan diperketat bagi warga asing. Bukan tidak boleh masuk ke Gaza melalui pintu Rafah akan tetapi warga asing tidak diizinkan merapat atau menuju Rafah. Ada teman saya mahasiswa di Kairo yang berniat pergi ke Rafah untuk menjemput seorang relawan MER-C, baru sampai jembatan Terusan Suez oleh militer Mesir dusurhbalik arah dan kembali ke Kairo.
Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah semata. Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1434 H, bertepatan pula dengan banyaknya terowongan yang dihancurkan oleh militer Mesir serta pintu Rafah ditutup, wilayah Gaza sedang musim sayur mayur dan buah-buahan. Ini merupakan anugerah Allah untuk warga Gaza mempertahankan hidupnya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun tak lama. Karena sayur dan buah-buahan tersebut pun jumlahnya juga terbatas. Selama ini warga Gaza mengandalkan bahan makanan pasokanya dari luar Gaza yaitu di masukkan melalui terowongan.
Wilayah Gaza itu saya juluki dengan penjara terbesar di dunia karena kota kecil seukuran kurang lebih seluas Jakarta Pusat ini sedang diblokade semua lini dan sedang dikepung sejak tahun 2007 oleh Israel.
Walau kondisi yang dialami oleh warga Gaza sangat memprihatinkan, dengan kehadiran bulan Ramadhan 1434/2013 warga Gaza tetap khusyu’ menjalankan ibadah puasa. Terlihat sebagian besar warga Gaza menghabiskan waktunya membaca Qur'an di masjid dan aktifitas dakwah lainya. Shalat tarawih pun sebagian masjid penuh dengan 11 rakaat dan ada yang melanjutkan hingga 20 rakaat.
Sejak penutupan Rafah dan penghancuran terowongan, bahan makanan yang dijual di pasar terlihat mulai langka dan harganya mulai naik. Rak tempat menyimpan bahan makanan di toko-toko juga mulai terlihat kosong. Kalaupun barangnya ada, harganya naik. Yang mengherankan, meski biaya hidup di Gaza sangat tinggi (mahal), akan tetapi alhamdulillah hingga saat ini Allah Swt masih memberikan kemudahan untuk makan. dan yang paling utama adalah nikmat iman dan kesehatan serta nikmat Islam yang masih melekat di dalam diri dan hati ini, alhamdulillah.
Walaupun kondisi yang saya rasakan, kondisi yang dialami oleh saya dan warga Gaza ini semakin sulit tapi perjuangan untuk mempertahankan tanah Palestina tetap membara. Perjuangan untuk mempertahankan hak-hak warga Palestina yang masih diinjak-injak oleh zionis Israel tak pernah surut. Begitu pula perjuangan untuk merebut kembali Masjid Al-Aqsa tak pernah padam.
Wahai umat Islam di Indonesia, pembebasan Masjid Al-Aqsa bukan hanya kewajiban bagi bangsa Arab akan tetapi juga kewajiban bagi umat Islam di Indonesia.
Saya relawan Indonesia (WNI) untuk Palestina yang menetap di Gaza juga menghimbau kepada kaum Muslimin agar melindungi keluarga kita dari pengaruh ajaran Syiah.
Untuk meringankan beban warga Gaza, Onim juga mengatakan siap membantu menyalurkan bantuan muslim Indonesia dalam bentuk zakat, infak atau sedekah.
Onim dapat dihubungi melalui PIN BB 25C63245,
nomor telepon +972598058513
email: dillah_onim@yahoo.com.
Sumber : detik.com
Menurut data OCHA, ada bulan Agustus terdapat 376 pembatas dan penghalang jalan, dan pada Januari jumlahnya meningkat menjadi 471. Selain itu, Israel juga memperketat pembatasan berpergian terhadap warga Palestina yang menyebabkan warga Palestina kesulitan hanya untuk pergi ke pasar atau ke rumah sakit.
Masya ALLAH, apa jadinya bila kita yang menjadi warga Palestina??? Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu saudara kita di Palestina atas “kebinatangan” israel itu??? Kita hanya bisa berdo’a semoga israel di “kiamatkan” lebih dulu oleh ALLAH SWT. (Mari kita berdo’a untuk kehancuran israel itu). Hanya ada satu cara untuk menghancurkan israel, yaitu Persatuan Umat Islam seluruh dunia, tentu setelah Pemerintahan Daulah Islamiyah (Khilafah) berdiri.
Muslim Gaza Tetap Semangat Ibadah RamadanEmpat hari menjelang bulan Ramadan 1434 H, Mesir digegerkan dengan aksi kudeta yang dilakukan militer bersama pihak-pihak sekuler terhadap pemerintahan Mohammed Morsi.
Peristiwa kudeta ini berlanjut dengan penutupan pintu Rafah oleh militer yang terbukti bahwa Al Sisi pemimpin kudeta adalah syiah dan syiah sejatinya emang pendukung zionis israel. Tak hanya itu, puluhan terowongan yang menghubungkan Gaza dan Mesir juga dihancurkan hingga kini Gaza tak memperoleh akses bahan makanan. Kini, Jalur Gaza bak penjara terbesar di dunia.
“Lebih dari 1,7 juta jiwa jumlah penduduk Gaza, hampir 99% nya mendapatkan makan dan minum serta kehidupan dengan mengandalkan terowongan tersebut,” ujar seorang WNI yang sedang bertugas menjadi relawan untuk Palestina, Abdillah Onim dalam keterangan tertulisnya kepada detikRamadan, Senin (29/7/2013).
Tak hanya itu, sebelah barat wilayah Gaza yang memiliki luas 360 kilometer persegi ini diapit oleh lautan bebas yang telah dijaga ketat kapal perang militer Israel. Sedangkan di bagian timur Gaza, dibatasi oleh bentangan kawat berduri yang dialiri listrik tegangan tinggi.
Dari situ dapat terlihat pos penembak jitu tentara Israel yang tersebar sepanjang wilayah timur Gaza. Para sniper Israel siap menarik pelatuk senjatanya kapanpun jika memergoki petani Gaza yang beraktivitas. Sedangkan bagian utara Gaza juga dibatasi oleh tembok kokoh setinggi 19 meter yang di atasnya terdapat pos penembak jitu militer Israel.
“Ada teman saya mahasiswa di Kairo yang berniat pergi ke Arafah untuk menjemput seorang relawan Mer-C. Akan tetapi teman saya tersebut baru sampai jembatan Suez dan pihak militer Mesir menyuruh teman saya untuk balik arah kembali ke Kairo,” tutur Onim.
Alhamdulillah, begitu memasuki bulan Ramadan yang bertepatan dengan dihancurkannya terowongan-terowongan Gaza-Mesir, Gaza sedang mengalami musim sayur dan buah-buahan. Bahan makanan yang tak banyak ini yang menjadi tumpuan hidup warga Gaza selama beberapa hari.
Meski dikepung dari segala penjuru, rakyat Gaza tetap menjalankan ibadah bulan Ramadan dengan khusyuk. Mereka menghabiskan waktunya dengan membaca Alquran di masjid dan aktivitas dakwah lainnya. Masjid-masjid pun penuh saat salat taraweh.
Sejak penutupan Rafah dan penghancuran terowongan, bahan makanan yang dijual di pasar-pasar mulai langka. Rak-rak di toko sudah mulai kosong, harganya pun melambung. “Biaya hidup di Gaza sudah mulai terasa sangat tinggi, akan tetapi Alhamdulillah hingga saat ini Allah SWT masih memberikan kemudahan untuk makan dan paling utama adalah nikmat iman dan kesehatan yang masih melekat di dalam diri dan hati ini,” lanjutnya.
Di bagian utara Gaza terbentang tembok yang sangat kokoh dengan tinggi 19 meter. Di atasnya tersedia pos penembak jitu tentara Israel. Jadi, satu-satunya perbatasan atau akses bagi warga Gaza yaitu di daerah selatan Gaza yang berbatasan langsung dengan wilayah Mesir.
Tapi yang membingungkan bagi penulis, yang menjadi relawan Indonesia dan menetap di Gaza sejak 4 tahun silam, sekarang pintu perlintasan Rafah pun ditutup dan diperketat bagi warga asing. Bukan tidak boleh masuk ke Gaza melalui pintu Rafah akan tetapi warga asing tidak diizinkan merapat atau menuju Rafah. Ada teman saya mahasiswa di Kairo yang berniat pergi ke Rafah untuk menjemput seorang relawan MER-C, baru sampai jembatan Terusan Suez oleh militer Mesir dusurhbalik arah dan kembali ke Kairo.
Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah semata. Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1434 H, bertepatan pula dengan banyaknya terowongan yang dihancurkan oleh militer Mesir serta pintu Rafah ditutup, wilayah Gaza sedang musim sayur mayur dan buah-buahan. Ini merupakan anugerah Allah untuk warga Gaza mempertahankan hidupnya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun tak lama. Karena sayur dan buah-buahan tersebut pun jumlahnya juga terbatas. Selama ini warga Gaza mengandalkan bahan makanan pasokanya dari luar Gaza yaitu di masukkan melalui terowongan.Wilayah Gaza itu saya juluki dengan penjara terbesar di dunia karena kota kecil seukuran kurang lebih seluas Jakarta Pusat ini sedang diblokade semua lini dan sedang dikepung sejak tahun 2007 oleh Israel.
Walau kondisi yang dialami oleh warga Gaza sangat memprihatinkan, dengan kehadiran bulan Ramadhan 1434/2013 warga Gaza tetap khusyu’ menjalankan ibadah puasa. Terlihat sebagian besar warga Gaza menghabiskan waktunya membaca Qur'an di masjid dan aktifitas dakwah lainya. Shalat tarawih pun sebagian masjid penuh dengan 11 rakaat dan ada yang melanjutkan hingga 20 rakaat.
Sejak penutupan Rafah dan penghancuran terowongan, bahan makanan yang dijual di pasar terlihat mulai langka dan harganya mulai naik. Rak tempat menyimpan bahan makanan di toko-toko juga mulai terlihat kosong. Kalaupun barangnya ada, harganya naik. Yang mengherankan, meski biaya hidup di Gaza sangat tinggi (mahal), akan tetapi alhamdulillah hingga saat ini Allah Swt masih memberikan kemudahan untuk makan. dan yang paling utama adalah nikmat iman dan kesehatan serta nikmat Islam yang masih melekat di dalam diri dan hati ini, alhamdulillah.
Walaupun kondisi yang saya rasakan, kondisi yang dialami oleh saya dan warga Gaza ini semakin sulit tapi perjuangan untuk mempertahankan tanah Palestina tetap membara. Perjuangan untuk mempertahankan hak-hak warga Palestina yang masih diinjak-injak oleh zionis Israel tak pernah surut. Begitu pula perjuangan untuk merebut kembali Masjid Al-Aqsa tak pernah padam.
Wahai umat Islam di Indonesia, pembebasan Masjid Al-Aqsa bukan hanya kewajiban bagi bangsa Arab akan tetapi juga kewajiban bagi umat Islam di Indonesia.
Saya relawan Indonesia (WNI) untuk Palestina yang menetap di Gaza juga menghimbau kepada kaum Muslimin agar melindungi keluarga kita dari pengaruh ajaran Syiah.
Untuk meringankan beban warga Gaza, Onim juga mengatakan siap membantu menyalurkan bantuan muslim Indonesia dalam bentuk zakat, infak atau sedekah.
Onim dapat dihubungi melalui PIN BB 25C63245,
nomor telepon +972598058513
email: dillah_onim@yahoo.com.
Sumber : detik.com



